Hmmm...ternyata inikah yang disebut jatuh cinta? Cinta yang menurutku bisa membuai kita ke awang-awang dan tidak mengenal sesuatu yang kemungkinan besar dapat menjadi penghalang terjalinnya sebuah romansa nan indah. Cinta yang tidak dapat dihitung dengan suatu rumus fisika namun dapat mengakibatkan efek yang mengubah ideologi seorang insan. Ya, cintalah yang membuat dunia ini terasa luar biasa. Bahkan lebih terasa dampaknya dari bom atom Amerika dalam perang dunia 2.
Entah mengapa batinku kembali bergejolak. Dan jiwa terasa memacu jasad yang tak sempurma ini untuk mengejarnya kembali setelah lebih dari setahun yang lalu perasaan itu kukubur dalam-dalam. Apakah karena wajahnya yang menghiasi lembaran hidupku? Ataukah senyumnya yang jika terlihat dapat membuat hati ini tenang? Tetapi yang kurasakan akhir-akhir ini kembali ke masa laluku di saat ku mengenal bidadari ini ketika masuk sekolah ini. Entah mengapa lidah ini terasa kelu hanya untuk menyapa dan terdiam ketika berada di dekatnya. Seakan ada 2 ruh dalam tubuh yang menyuruhku untuk berhenti berharap dan yang lainnya menyuruhku untuk terus berusaha memulainya. Tetapi ketika memikirkannya , aku merasa tak memiliki cara untuk mendapatkannya. Oh tuhan apakah akalku membeku setiap memikirkan bidadari berambut lurus pendek ini yang setiap derap langkahnya menggambarkan detak jantungku? Matanya yang indah ketika menatap membuat waktu ini berhenti. Dia sang putri yang memerintah hatiku yang sedang mengalami suatu krisis ini.
Mungkin banyak orang yang tak mengerti apa yang kurasakan saat ini. Namun percayalah di kala waktu mereka akan mengerti
Jumat, 02 Januari 2009
Langganan:
Postingan (Atom)

