Selasa, 16 Desember 2008

Mencari asa

Saya sering tertawa ketika duduk-duduk di warung atau ketika belanja ke pasar mendengar mereka yang hidupnya tak berkecukupan selalu bilang bahwa dunia ini tidak adil. Bagaimana tidak tertawa, kalau dunia ini adil, saya dari dulu sudah pasti hidup dalam kekayaan. Dan tidak ada lagi kekurangan yang dirasakan setiap insan yang berpijak di muka bumi ini. Dan dari perkataan sepele yang dilontarkan orang-orang tersebut saya ingin menulis makna keadilan di muka bumi ini.

Adil berarti sama, setimbang, atau perlakuan yang tidak berat sebelah. Apakah arti adil pada zaman sekarang? Ya, sekarang arti adil berubah menjadi siapa yang kuat dia yang menang. Dia yang lemah dalam segalanya terpaksa menyerah kepada si kuat. Dan pada umumnya si kuat ini bertindak sewenang-wenang. Kalau tidak sesuai seleranya dengan mudah dia menebaskan pedangnya ke seluruh penjuru mata angin dan mengatakan bahwa itu adalah keadilan sehingga tidak ada yang berani menghalanginya untuk berbuat yang merugikan orang lain.

Dari sepenggal cerita tersebut, mungkin kita dapat memandang bahwa kejadian tersebut tidak ada bedanya dengan masa sekarang. Ya, banyak sekali ketidakadilan dalam masyarakat kita ini yang berasas Pancasila dimana isi sila terakhirnya adalah Keadilan sosial bagi seluruh bangsa Indonesia. Banyak kita dengar terjadinya kecurangan PILKADA, kecurangan dalam penerimaan CPNS, UN, maupun dalam penerimaan mahasiswa baru. So, bagaimana bagi mereka yang tidak berkecukupan? Kiranya inilah yang menjadi persoalan kita. Tidak hanya menjadi persoalan kita namun juga bangsa kita untuk menerapkan keadilan di dunia ini. Jika yang diterima dalam CPNS, yang terpilih dalam PILKADA adalah orang-orang yang curang, maka niscaya keadilan hanya menjadi slogan semata dan tidak ada satupun dalam unsur keadilan yang terpatri dalam dada mereka. Hukum pun menjadi tidak terkendali karena ditumpangi oleh orang-orang berhati busuk. Proses hukum berubah dari tanya dulu baru tangkap menjadi tangkap dulu baru tanya atau tidak jarang disiksa dulu padahal belum tentu dia bersalah Korupsi semakin membudaya dan sangat merugikan masyarakat banyak. Jurang pemisah antara kaya dan miskin semakin lebar.

Banyak orang mengatakan mencari keadilan itu sulit. Sesungguhnya mencari keadilan itu sangat mudah apabila kita mau mengesampingkan ego kita terhadap orang lain, bersikap rendah hati sehingga tidak ada lagi jurang pemisah. Selain itu amalkan lah sila kelima Pancasila tersebut sehingga sila tersebut tidak hanya diucapkan ketika dalam upacar bendera saja.

Tidak ada komentar: